Cetak Penampang, Daun-daunan, dan Umbi-umbian
Mencetak ini dikerjakan dengan
menggunakan alat atau acuan cetak dari bahan alam yang berbentuk penampang.
Digunakan penampang yang masih segar sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian
dipotong dengan rata agar diperoleh penampang yang baik. Pelepah yang digunakan
bisa dari pelepah pisang, talas, papaya dan sejenisnya.
Bahan dan
alat yang diperlukan: kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun-daunan,
umbi-umbian, pisau, cutter, silet, alas pewarna, spon/busa, kapas, koran bekas.
Proses pengerjaannya:
·
Pilihlah
penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan.
Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah: pelepah daun pisang,
pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan
sebagai acuan cetak.
·
Potonglah
penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan
bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan
sangat menentukan hasil cetakannya.
·
Siapkan pewarna.
Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan
cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja.
Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan
tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan
pewarna yang sudah dicampur dengan air.Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada
alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya: kaca, formica, lembaran
plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan
pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna
yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas.
·
Mencetakkan
acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini;
1.
Penampang acuan
cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi.
2.
Selanjutnya
tempelkan (sambil ditekan) acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah
diletakkan di atas koran.
3.
Kemudian angkat
acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat
bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya
beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain.
4.
Acuan cetak yang
sudah kering (tidak mengeluarkan cairan), pengisian warnanya harus dengan cara
menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi
pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya.
Demikian pula pengulangan pencetakkannya.
5.
Perlu
diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan,
tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan
memuaskan. Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut:
ü Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya
tidak terlalu lebar.
ü Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak
penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta
tidak terlalu encer.
ü Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas
pewarna.
ü Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi
tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan
daun itu dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di
atas permukaan daun tersebut. Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta
warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas.
Pada cetak
umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang
biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah: ubi jalar, kentang,
talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut:
Ø Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak
serata mungkin.
Ø Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang
rata tadi.
Ø Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan
yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau
menorehnya.
Ø Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun
sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering.
Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbi-
umbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan
cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk
acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu
dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang.
Perlu
diperhatikan agar pada proses cetak ini (penampang, daun-daunan, dan
umbi-umbian), digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya.
Ø Ini contoh gambar cetak penampang yang saya buat :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar